Bet365 cadangan situs - Bet365 cadangan situs

Baccarat Banker_Bookmaker Collection_European mainstream betting company

  • 时间:
  • 浏览:0

TBBBaccarat official wBaccarat official websiteebsiteaccarat official websiteaccarat official websiteErlebih kalaBaccarat official websiteu merujuk pada makna ‘pribumi’ yang dipakai Anies dalam pidatonya. Seolah menyiratkan kalau orang pribumi lebih berhak mendapat A, B, C dibanding yang katanya non-pribumi. Jelas kalau Pak Anies banyak disentil berbagai pihak. Lah wong Indonesia terdiri dari banyak suku, budaya, dan agama.

Pribumi adalah penghuni asli; yang berasal dari tempat yang bersangkutan.

Tapi kami di sini tak akan mengajak kalian untuk beropini soal Anies-Sandi kok. Kami justru tertarik memaparkan istilah “pribumi” itu sendiri yang ternyata memang dilarang sejak 1998 oleh undang-undang! Simak yuk ulasan Hipwee News & Feature kali ini~

“Dalam konteks Indonesia, tidak ada genetika dominan yang menguasai dari barat ke timur. Dari ujung utara, genetika Austro-asiatik lebih banyak.” – Herawati.

Tapi dari KBBI pun rasanya masih terselip kebingungan mengenai siapa yang berhak diklaim sebagai pribumi dan siapa yang bukan. Apakah mereka yang Sunda, Jawa, Papua? Atau siapa sih? Profesor Herawati dari Eijkman Institute, seperti dilansir Kompas, menyatakan bahwa perbedaan fisik orang Indonesia ini disebabkan pencampuran genetik dari gelombang migrasi yang sudah terjadi sejak puluhan ribu tahun lalu. Indonesia sebagai pusat perdagangan dunia semakin memungkinkan terjadinya pencampuran genetik yang lebih masif lagi.

Iya, kamu tak salah membaca. Pemakaian kata “pribumi” dan “non-pribumi” ini sebenarnya dilarang dipakai di semua hal yang berhubungan dengan pemerintah sejak 1998. Mulai dari perumusan kebijakan, perencanaan program, sampai pelaksanaan kegiatan pemerintahan.

“Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini telah merdeka, saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri”, – Anies Baswedan, seperti dikutip di CNN.

Ini tak lepas dari sejarah masa kolonialisme dimana para penjajah suka sekali mengotak-kotakkan orang pribumi yaitu bangsa asli Indonesia, dengan orang non-pribumi yaitu keturunan Arab, Cina, dan lainnya. Penggolongan ini yang mendasari hak dan kewajiban yang melekat dalam diri masing-masing golongan. Tapi kalau sekarang, kok kayaknya sudah sangat tidak relevan ya, mengingat Indonesia terdiri dari berbagai campuran etnis. Jadi ya bisa disimpulkan sendiri pidato Anies kemarin sefatal apa, ‘kan?

Carut marut dunia politik memang tak bakal habis walau dimakan zaman atau monster sekalipun. Ada aja yang bisa dibahas. Seperti headline berita kemarin dan tadi pagi. Semua penuh dengan nama Anies-Sandi. Apalagi kalau tidak bicara tentang pidato perdana Anies setelah dilantik jadi gubernur, yang dinilai agak ngawur oleh beberapa pihak. Meskipun lulusan ilmu politik, harus diakui bahwa saya sebenarnya tak begitu suka mengoceh soal politik. Langsung mual begitu rasanya. Tapi ya tak apalah barang sejam-dua jam menahan mual, demi menulis konten ini