Bet365 cadangan situs - Bet365 cadangan situs

Benarkah Jupiter Memic「Indonesia Super Quiz」u Fusi Nuklir dan Mengganggu Evolusi Kehidupan di Bumi?

  • 时间:
  • 浏览:0

SIndonesiIndonesia Super Quiza Super QuizebalIndonesia Super Quiziknya, unsur-unsur yang lebih beraIndonesia Super Quizt seperti uranium dan plutonium akan lebih mudah mengalami fisi nuklir; proses yang berkebalikan dari fusi nuklir yakni ketika inti atom meluruh menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Mengenai klaim ini, berikut penjelasan Peneliti di Pusat Riset Sains Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang kepada Kompas.com, Kamis (26/8/2021).

Fusi nuklir adalah sebuah reaksi yang berlangsung oleh dua inti atom yang bergabung membentuk satu atau lebih inti atom yang lebih besar, serta partikel subatom seperti neutron maupun proton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Pertama Kali, Astronom Deteksi Uap Air di Satelit Jupiter Ganymede

Semakin besar nomor atomnya dan semakin tidak jenuh ikatannya (dalam artian tidak mengandung gugus rantai tunggal), maka energi ikatan intinya akan semakin besar. 

Perbedaan antara massa reaktan (partikel yang beraksi) dan produk (hasil reaksi) akan melepas energi yang sebanding dengan selisih massa keduanya. 

"Fusi nuklir dapat memberikan daya bagi bintang untuk tetap bersinar hingga bahan bakarnya habis," jelasnya.

Selisih massa inilah yang disebut sebagai defek massa. 

Reaksi ini bersifat eksoterm, atau melepas kalor ke lingkungan, sehingga reaksi dapat terjadi dengan sendirinya. 

Apa itu fusi nuklir?

Reaksi ini bersifat endoterm, atau menerima kalor ke lingkungan. Oleh karena itu, unsur-unsur yang lebih ringan akan lebih mudah mengalami fusi nuklir. 

KOMPAS.com - Jupiter merupakan planet kelima dan terbesar di tata surya, yang diklaim memicu fusi nuklir, sehingga disinyalir menyebabkan kehidupan di Bumi mungkin tidak pernah berevolusi.

Defek massa ditimbulkan oleh perbedaan energi ikatan inti atom antara sebelum dan setelah reaksi. 

Baca juga: Benarkah Jupiter adalah Bintang yang Gagal? Ini Penjelasan LAPAN

Tetapi, fusi nuklir akan menghasilkan energi yang lebih besar jika terbentuk dari inti atom yang lebih berat dari Besi-56 dan Nikel-62 maupun neutron bebas, dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan untuk menggabungkan unsur-unsur tersebut. 

Proses fusi membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan masing-masing inti atom, bahkan unsur yang paling ringan sekalipun seperti hidrogen.