Bet365 cadangan situs - Bet365 cadangan situs

Coki Pardede Kecanduan Sabu Suntik, Apa Saja Risiko B「rb88 sports betting download」ahayanya?

  • 时间:
  • 浏览:0

Brb88 sprb88 sports bettirb88 sports betting downloadng downloadorts betting downloadaca juga: Bisa Timbulkan Kecanduan, Ini Efek Sabu pada Tubuh

Seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (2/9/2021), Coki Pardede mulanya mengonsumsi sabu hanya untuk coba-coba. Namun, akhirnya dia kecanduan narkoba jenis ini.

"Dimasukin jarum suntik sabu-sabunya, dicampur air," kata dia.

Baca juga: Coki Pardede Positif Konsumsi Sabu, Apa Saja Efek Sabu pada Tubuh?

KOMPAS.com - Komika Coki Pardede ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Rabu (1/9/2021). Kepada polisi Coki mengaku menggunakan sabu suntik untuk tampil percaya diri.

Kendati demikian, dr Hari menambahkan ada juga rute lain dari penggunaan sabu ini, yakni sabu dikonsumsi dengan cara disuntikkan. Seperti sabu suntik yang membuat Coki Pardede kecanduan narkoba.

Dr Hari mengatakan konsumsi sabu juga bisa dilakukan secara oral atau ditelan. Biasanya cara ini digunakan pada methamphetamine yang dijadikan tablet atau methamphetamine cair yang dicampur dengan minuman atau langsung diminum.

Sebelum akhirnya kecanduan sabu, Coki mengaku awalnya mengonsumsi sabu agar bisa tampil percaya diri di depan publik.

Cara penggunaan sabu suntik, seperti yang dilakukan Coki Pardede hingga membuatnya kecanduan, ternyata banyak dilakukan para pecandu narkoba.

Menurut Peneliti dan Pakar Adiksi dari Mental Health Addiction and Neuroscience Jakarta, dr Hari Nugroho MSc, ada bermacam-macam cara dalam mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Kasatres Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo mengatakan Coki menggunakan sabu dengan cara mencampurnya dengan air lalu menyuntikkannya ke dalam tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

"Paling umum (penggunaan sabu) dengan cara dihisap seperti rokok menggunakan bong, namun ada juga pengguna yang melakukan dengan cara lain," kata dr Hari saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/9/2021).